Awalnya ku berpikir hubungan ini takkan lama dan ini hanya untuk mengisi kekosongan hati ku, hari demi hari pun ku mulai berkomunikasi denganmu, perlahan-lahan kau membuat ku terbuai dan mulai merasakan kenyamanan bercengkrama denganmu di dunia suara!!dan akupun menghianati dirimu dengan hadirnya dia dalam hari-hari nyataku, tapi dia tak berhasil membuat ku nyaman senyaman apa yg kita bicarakan, apa yg qt ceritakan, senda gurau mu itu membuat ku memberanikan diri tuk melepaskan dia yang nyata..
Seiring berjalan waktu akhirnya dia yang telah lama ku nantikan datang di dunia suara, "Mr.X..."
Mr.X membuat kacau pikiran ku, ku ingin bersama Mr.X tapi ku tak mau kehilangan mu di dunia suara ku, ku sadar apa yang kulakukan itu tidaklah baik, egois tapi ku terus menjalaninya Mr.X yang sangat cuek membuat ku tak begitu tahan dengannya tapi Mr.X adalah pria yang sudah lama ku nanti, dengan berat hati ku menolak cinta Mr.X di dunia suara dengan alasan ku ingin bertemu dan ku ingin mendengarnya langsung dari Mr. X, hal yang sama pun ku katakan padamu...
Hari-hari ku jalani dengan keadaan yang seperti ini, ku bahagia denganmu!! semakin lama semakin dekat kita di dunia suara, akupun mulai menyukaimu, aku tak sabar ingin bertemu denganmu sehingga semua kata-kata yang konyolpun, gombalanpun ku katakan, padahal aku malu mengatakan hal itu, tapi ku memberanikan diri mengatakan semua itu...
Tersadar ternyata ku mulai benar-benar menyukaimu, aku yang tak tau harus dan bagaimana ku katakan perasaanku, ku mulai bersenda gurau dengan mu dan gurauanku itu sebernarnya adalah bentuk perasaanku, akupun mulai jujur dan lebih terbuka lagi, tapi bukan berarti hari-hari sebelumnya ku berbohong, aku selalu berkata jujur padamu, bahkan Mr. X yang sebenarnya tak boleh kau tau akhirnya ku pun memberi tau mu..
Malam itu kita berbicara lagi bukan hanya sejam atau dua jam, aku yang mulai jealous padamu tak tahan ketika ku baca situs pribadimu facebook, aku penasaran denganmu facebook mu pun diam-diam ku membukanya lewat handphone agar tak ketahuan sedang online, aku mulai membaca isi pesan satu per satu, lama aku menunggu tak bosan aku menunggu lodingan hp, pada akhirnya ku temukan apa yang ku cari, ku dapati hasil chatingan mu dengan teman dekatmu, aku sedih dan kecewa membaca pesan itu tapi ku coba tuk kuat tak ingin menunjukan bahwa ku lemah... tapi aku tak kuat menahan sedih ku ketika ku bercengkrama denganmu, akhirnya ku akui padamu akan apa yang aku lakukan dan apa yang ku baca, dengan airmata ku mulai mengatakannya padamu dan kaupun mengakui semua itu, aku senang dengan kejujuranmu, dan mulai saat itu pikiranku pun ingin serius denganmu, walau kita hanya saling kenal di dunia suara, tapi aku tak pernah menemukan sosok sepertimu di dunia suara ku sebelumnya. Semua yang tak ku dapat dari pria dunia suaraku ataupun dunia nyataku, padamu ku temukan semua itu, perhatianmu, gombalanmu, candamu, seriusmu, caramu berbicara semuanya ku suka. tpi itu saja tak cukup karna kita hanya saling kenal didunia suara saja, akhirnya ku putuskan tuk ke Jakarta, niatnya bukan bertemu denganmu tapi ku ingin mencari pengalaman di tempat lain, niat ku ini tak ingin ku beritahu pada Mr.X soalnya dia bisa saja menemuiku disana, tapi ternyata niat ku ini sudah diketauhinya
Jakarta*
Baru beberapa hari disini komunikasi ku denganmu sudah mulai memburuk, kau yang akan datang bertemu denganku tak bisa datang, Mr.X lah yang menemuiku mendahuluimu, janjiku pada diriku siapun diantara kalian yang bertemu denganku dan mengatakan perasaannya padaku terlebih dahulu dialah yang kan ku pilih.
Pertemuan itu membuat Mr.X mengatakan perasaannya padaku, kami resmi pacaran hari itu tanpa sepengetahuanmu karna dalam hati kecilku masih berharap padamu. Aku terus menunggu kabar darimu tapi kau tak pernah menghubungiku lagi. Sedih, itulah yang kurasakan tanpa mendengar suaramu. Kamu tau persis aku hanya memberikan waktu 3 hari untuk pria manapun yang sedang dekat denganku untuk tak memberikanku kabara selebihnya aku takkan merespon dan kamu melakukannya. Kenapa kamu lakukan itu?? 3 haripun berlalu kau tak kunjung ada kabarnya. Aku terus menunggu dan memberimu kesempatan karna meskipun pria yang bersamaku adalah pria yang ku nantikan selama ini, tapi ku tak merasakan kenyamanan bersamanya sehingga ku terus dan terus menunggumu tapi kau tak kunjung datang sehingga akupun datang menghampirimu memulai komunikasi lagi dan meminta maaf padamu. Ku memberanikan diri tuk smz padamu "Maaf" itulah pesan singkat yang kukirimi padamu dan smz itu menjadi awal perbincangan kita setelah kau tak ada kabar...
Kau menelphoneku seperti biasanya tapi kali ini suasananya tak seperti dulu, kata maaf yang kukatakan hanya membuatku terluka dan ku menangis akan balasan kata-katamu yang sangat dan tak ingin ku dengar, "aku benci kamu" itu yang kamu katakan padaku..
Aku terluka, terasa sesak nafas ini, sakit hatiku saat itu, aku malu pada diriku sendiri karna telah melakukan kesalahan yang sama dan kali ini ku merasa tak pantas lagi kamu memilih aku
Sedih rasanya merelakanmu dengan yang lain, tapi itu lebih baik daripada kau atau aku yang akan lebih terluka dengan kenyataan nantinya.
Aku meninggalkan Mr. X dan memulai hari-hariku.
Trima kasih karna kau telah memberiku waktu untuk mengenalmu, semoga kau bahagia dengan pilihanmu...
dear: Mr. SP
Pertemuan itu membuat Mr.X mengatakan perasaannya padaku, kami resmi pacaran hari itu tanpa sepengetahuanmu karna dalam hati kecilku masih berharap padamu. Aku terus menunggu kabar darimu tapi kau tak pernah menghubungiku lagi. Sedih, itulah yang kurasakan tanpa mendengar suaramu. Kamu tau persis aku hanya memberikan waktu 3 hari untuk pria manapun yang sedang dekat denganku untuk tak memberikanku kabara selebihnya aku takkan merespon dan kamu melakukannya. Kenapa kamu lakukan itu?? 3 haripun berlalu kau tak kunjung ada kabarnya. Aku terus menunggu dan memberimu kesempatan karna meskipun pria yang bersamaku adalah pria yang ku nantikan selama ini, tapi ku tak merasakan kenyamanan bersamanya sehingga ku terus dan terus menunggumu tapi kau tak kunjung datang sehingga akupun datang menghampirimu memulai komunikasi lagi dan meminta maaf padamu. Ku memberanikan diri tuk smz padamu "Maaf" itulah pesan singkat yang kukirimi padamu dan smz itu menjadi awal perbincangan kita setelah kau tak ada kabar...
Kau menelphoneku seperti biasanya tapi kali ini suasananya tak seperti dulu, kata maaf yang kukatakan hanya membuatku terluka dan ku menangis akan balasan kata-katamu yang sangat dan tak ingin ku dengar, "aku benci kamu" itu yang kamu katakan padaku..
Aku terluka, terasa sesak nafas ini, sakit hatiku saat itu, aku malu pada diriku sendiri karna telah melakukan kesalahan yang sama dan kali ini ku merasa tak pantas lagi kamu memilih aku
Sedih rasanya merelakanmu dengan yang lain, tapi itu lebih baik daripada kau atau aku yang akan lebih terluka dengan kenyataan nantinya.
Aku meninggalkan Mr. X dan memulai hari-hariku.
Trima kasih karna kau telah memberiku waktu untuk mengenalmu, semoga kau bahagia dengan pilihanmu...
dear: Mr. SP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar